MEDIANTANEWS
MAKALE , Jadi darurat , kasus keracunan massal menimpa ratusan siswa dan sejumlah guru dari SMPN 1 dan SMPN 2 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Kamis (3/9/2026). DPRD akan segera Rapat Dengar Pendapat (RDP) panggil Bupati dan pengelola Satgas SPPG beserta jajaran terkait.
Para korban dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah mengonsumsi sajian makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menanggapi tragedi tersebut, DPRD Tana Toraja mendesak agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara dan segera memanggil Bupati Tana Toraja beserta jajaran pengelola SPPG.
Pimpinan dan anggota DPRD Tana Toraja meninjau langsung para siswa yang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lakipadada. Dalam kunjungan tersebut, para wakil rakyat sepakat untuk memanggil seluruh pihak yang bertanggung jawab.
“Kami akan segera bersurat hari ini juga untuk mengundang Bupati, jajaran instansi terkait, serta pengelola SPPG. Situasi ini sudah darurat. Kami meminta seluruh SPPG di Tana Toraja menghentikan sementara pelayanan MBG di wilayah ini,” tegas anggota DPRD Tana Toraja, Kendekrante, yang didampingi Evivana Rombedatu dan beberapa anggota dewan lainnya.
Pimpinan serta anggota dewan menegaskan penghentian sementara seluruh aktivitas dapur MBG penting dilakukan guna mengantisipasi trauma dan kekhawatiran di sekolah-sekolah penerima manfaat lainnya. Makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal tersebut berasal dari pasokan salah satu dapur SPPG di Kelurahan Batupapan. Saat ini, fasilitas dapur tersebut telah dipasangi garis polisi dan dalam penjagaan aparat kepolisian.
Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, turun langsung menjenguk sambil
Mencari tahu masalahnya dari para korban di rumah sakit. Jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja juga telah dikerahkan ke seluruh rumah sakit tempat para siswa dirawat untuk memastikan penanganan medis berjalan optimal.
“ Penanganannya dulu, semua pimpinan rumah sakit di Makale saya perintahkan untuk tangani para siswa yang keracunan ini sambil kita memastikan apa penyebabnya , “ kata Zadrak .
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak rumah sakit, para korban mulai mengeluhkan gejala pusing, mual, muntah, hingga diare setelah mengonsumsi makanan yang disuplai dapur SPPG pada Rabu (2/9/2026).
Hingga Kamis siang, sejumlah rumah sakit—termasuk RSUD Lakipadada dan RS Fatimah, RS Sinar Kasih —tampak disesaki ratusan pasien serta keluarga korban.
Sebagian siswa dan guru yang kondisinya mulai membaik telah diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan, sementara sisanya masih dalam penanganan intensif tim medis.
(* / fred)













