MEDIANTANEWS.COM
MAKALE — Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Tana Toraja dan Hari Jadi ke-779 Toraja berlangsung khidmat sekaligus hangat di Lapangan Tana Toraja Masero (sebelumnya Lapangan To’bone), Rante, Makale, Senin (31/8/2026).
Peringatan tahun ini tidak sekadar menjadi ajang refleksi sejarah, tetapi juga momentum penguat semangat ketahanan pangan nasional. Lewat pemaknaan filosofi lokal Tallulolona, masyarakat Toraja menegaskan dukungannya terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Rangkaian acara dipadukan dengan Festival Tallu Lolona yang mengusung nilai persatuan “Misa’ Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate” (bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh). Ratusan warga membentuk lingkaran matahari sembari memamerkan beragam komoditas hasil bumi—seperti kopi, gabah, sayur-mayur, hingga hasil perikanan.
Aksi ini menjadi simbol karibnya ikatan hidup masyarakat Toraja dengan alam, pertanian, dan peternakan. Potensi agraris lokal tersebut diposisikan sebagai tumpuan tulus warga dalam menopang cita-cita ketahanan pangan nasional.
Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg menekankan pentingnya menjaga keselarasan tiga pilar kehidupan dalam filosofi Tallulolona: manusia (lolo tau), hewan (lolo pa’dian), dan tumbuh-tumbuhan (lolo tananan). Menurutnya, keseimbangan ketiganya adalah kunci kedaulatan pangan yang berkelanjutan.
“ Semangat Dan filosofi Tallololona sebagai bentuk dukungan kearifan lokal untuk dukungan program asta cita khususnya dala mendukungkan kemandirian pangan, “ kata Zadrak
Suasana haru mewarnai momentum ketika Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengenang almarhum ayahnya, Andi B. Sulaiman Dahlan Petta Linta (seorang prajurit TNI sekaligus petani), dan almarhumah ibunya, Andi Nurhadi Petta Bau.
Kenangan tersebut terasa makin dekat saat dua rekan seperjuangan mendiang orang tuanya di Tana Toraja, Letkol (Purn) Ruben Rombe Paonganan dan Ruth Pare lakbi mengisahkan kembali rekam jejak dan keteladanan sosok yang dikenal rendah hati tersebut.

Merespons memori hangat itu, Gubernur Andi Sudirman langsung memproses permohonan proposal pembangunan gereja serta bantuan usaha kios bagi Ibu Ruth sebagai wujud apresiasi atas ikatan silaturahmi yang terus terjaga.
Sentuhan humanis juga dirasakan Kepala Lembang Mappak, Pia Bombing. Gubernur menjanjikan penanganan sarana jembatan serta jalan poros Bonggakaradeng–Mappak, sembari berseloroh mengapresiasi dukungan warga Mappak pada agenda politik daerah sebelumnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemprov Sulsel menyerahkan bantuan keuangan provinsi sebesar Rp7 miliar secara simbolis melalui Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi kepada Bupati Zadrak Tombeg. Acara ini dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen pembangunan Jembatan Sungai Marandang dan Jembatan Sungai Salakka.
Selain dana transfer, disalurkan pula bantuan operasional pertanian berupa satu unit traktor roda empat, buffer stock logistik penanggulangan bencana senilai lebih dari Rp200 juta, serta hibah rumah ibadah masing-masing Rp30 juta untuk Gereja Katolik Stasi Santo Agustinus Karerang (Lembang Buntu Limbong, Gandang Batu Sillanan) dan Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia (GPSDI) Jemaat Bolong (Lembang Rante Limbong, Kurra).
Andi Sudirman mengungkapkan, selama masa kepemimpinannya, alokasi anggaran pembangunan kawasan Toraja menembus sekitar Rp1 triliun—catatan dukungan anggaran terbesar dari provinsi sepanjang sejarah Toraja. Ia pun berkelakar agar Pemkab Tana Toraja tidak ragu mengajukan proposal pembangunan tambahan.
Peringatan hari jadi ini ditandai pula dengan peluncuran resmi layanan panggilan darurat Call Center 112 serta pengenalan nama Lapangan Tana Toraja Masero-Andalan yang sebelumnya lapangan To’ Bo’ ne . Kemeriahan acara makin lengkap lewat penampilan tarian kreasi Masero binaan Ketua TP PKK Tana Toraja, Dr. Erni Yetti bersama jajarannya.
Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya mantan Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung yang kini diperkenalkan sebagai Staf Ahli Gubernur,Bupati dan wakil bupati Toraja Utara Bupati Mamasa Welem Sambolangi, Bupati Enrekang, Wali Kota Palopo, pimpinan OPD Pemprov Sulsel, jajaran DPRD Dapil 10, pimpinan dan anggota DPRD Tana Toraja serta pimpinan lembaga swasta dan elemen masyarakat setempat. Juga perwakilan dari dari kabulaten, ada beberapa wakil bupati dan pejabat lainnya.
(* / fred )













