iklan-hut-medianta

iklan-hut-medianta

iklan-hut-medianta
Berita  

Pemkab Tana Toraja dan IKT Papua Berduka, Desak Pengusutan Penembakan ASN oleh KKB


Bagikan:

MEDIANTANEWS,

MAKALE — Isak tangis keluarga pecah saat jenazah Aprida Rapi (49) tiba di kampung halamannya di Sangalla’, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Sabtu (12/9/2026). Aparat sipil negara (ASN) yang bertugas di Pemkab Jayawijaya tersebut gugur setelah menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).




Jenazah almarhumah diterbangkan dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya, transit melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, sebelum akhirnya disambut rombongan keluarga di rumah duka Tongkonan Bulean, Lembang (Desa) Leatung Matallo, Kecamatan Sangalla’ Utara.

Sejumlah pejabat daerah serta tokoh masyarakat hadir melayat di rumah duka. Tampak Wakil Bupati Tana Toraja Erianto Laso’ Paundanan, Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Papua AKBP Zet Saalino, S.H., M.H., serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, J. Hendri Tetelepta, S.P., M.AP., yang mewakili Bupati Jayawijaya.


Wakil Bupati Tana Toraja Erianto Laso’ Paundanan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah tersebut. Ia mendesak aparat keamanan untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku.

“Duka yang mendalam dari Pemkab Tana Toraja dan seluruh masyarakat. Kami berdoa keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan dan penghiburan,” ujar Erianto yang hadir mewakili Bupati Tana Toraja.

Erianto juga menekankan pentingnya jaminan keselamatan bagi warga maupun ASN asal Toraja yang mengabdi di tanah Papua. “Kami meminta aparat bertindak tegas kepada pelaku. Perlu ada jaminan keamanan bagi warga, khususnya ASN asal Toraja. Saya percaya masyarakat Toraja di sana bekerja secara tulus membangun daerah,” tuturnya.


Senada dengan Erianto, Ketua IKT Papua AKBP Zet Saalino mengutuk keras aksi penembakan yang dinilainya tidak manusiawi. Perwira polisi yang menjabat sebagai Kapolres Yahukimo ini berharap proses hukum berjalan secara profesional dan transparan.

“Keprihatinan dan duka mendalam kami sampaikan atas meninggalnya almarhumah. Ini tindakan tidak manusiawi. Kami percaya aparat keamanan di sana akan bertindak tegas dan profesional untuk menangkap pelaku,” kata Zet.

Zet menambahkan, warga Toraja di Papua tidak hanya merantau untuk mencari nafkah, tetapi juga mendedikasikan diri dalam pembangunan daerah setempat. Ia memohon dukungan doa dari masyarakat Toraja agar warga yang tinggal di Papua dapat terus beraktivitas dengan aman.

Aprida Rapi merupakan ASN Dinas Pertanian yang menjadi korban aksi keji KKB di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026).

Almarhumah tertembak saat menjalankan tugas lapangan dalam kegiatan pembagian bibit ternak babi kepada masyarakat setempat bersama dua rekannya. Sosok yang dikenal ramah dan berdedikasi ini meninggalkan seorang suami dan tiga orang anak.

Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka Tongkonan Bulean, Lembang Leatung Matallo. Sesuai rencana keluarga, prosesi pemakaman akan dilaksanakan pada Kamis (17/9/2026).

( * / fred )


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses