MEDIANTANEWS
RANTEPAO, – Belum genap sebulan digeser ke Komisi VII DPR RI, legislator Fraksi Partai Golkar, Agustina Mangande, langsung tancap gas mendorong sektor pariwisata di daerah asalnya.
Langkah nyata ini dibuktikan dengan suksesnya gelaran Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengembangan Event Nasional Berbasis Wisata Budaya dan Buatan di Hotel D’RIJ, Toraja Utara, Selasa 16 Juni 2026.
Melalui agenda ini, Agustina Mangande berhasil memboyong langsung perwakilan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI ke Kabupaten Toraja Utara. Kegiatan ini melibatkan para pelaku pariwisata, pelaku ekonomi kreatif, Dinas Pariwisata Toraja Utara, hingga pengelola destinasi wisata setempat.
Dua narasumber kompeten dihadirkan untuk mengupas strategi pengelolaan event, yakni Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf, Edi Setyana, serta Pemerhati Budaya dan Pariwisata, Allosius Lande.
Dalam sambutannya, Agustina Mangande menegaskan bahwa Toraja memiliki modal besar berupa kekayaan budaya, tradisi, dan keindahan alam yang telah mendunia. Namun, potensi ini harus ditopang oleh penyelenggaraan event yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Kita ingin Toraja tidak hanya dikenal karena budayanya yang unik, tetapi juga karena kemampuannya menghadirkan event berkualitas yang mampu menarik wisatawan dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujar Agustina.
Ia menambahkan, kehadiran Kemenpar dalam kegiatan ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor pariwisata Toraja Utara mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan destinasi dan peningkatan SDM.
Langkah cepat Agustina Mangande ini menuai apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Toraja Utara. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toraja Utara, Mercyanne Oktavia, S.Kom., MM., menyatakan dukungannya atas dipilihnya Toraja Utara sebagai lokasi kegiatan berskala nasional tersebut.
Menurut Mercyanne, penguatan kapasitas ini sangat penting untuk membekali para pelaku wisata dalam mengidentifikasi dan mengemas potensi lokal menjadi festival menarik.
“Tentu tujuannya demi kesejahteraan masyarakat dan juga untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan sekalugus menjadi pengemvangan Toraja Utara sebagai destinasi unggulan ,” pungkas Mercyanne.
(*/fred)













