MEDIANTANEWS.COM
MAKASSAR — Lama tak terdengar di panggung publik daerah, Drs. Benyamin Patondok yang akrab disapa Bento kembali membawa pandangan segar untuk tanah kelahirannya.
Figur yang kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Persekutuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI)—mendampingi Menteri Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait sebagai Ketua Umum—memilih “turun gunung” demi mendorong kemajuan Toraja.
Mantan aktivis GAMKI dan politisi yang kini sukses merambah dunia usaha tersebut memandang Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara memiliki modal historis serta geografis yang sangat kuat untuk berkembang menjadi kawasan terkemuka di Sulawesi Selatan.
Menurut Bento, posisi Toraja tergolong sangat strategis karena berada tepat di sentral Pulau Sulawesi dan diapit oleh empat provinsi tetangga, yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat.
“Kombinasi dan sinergi dua pemerintah daerah ini sangat krusial dalam mengembangkan Toraja sebagai destinasi unggulan. Posisi geografis yang strategis ini adalah modal emas untuk membawa Toraja menjadi kawasan terdepan di Sulsel,” ujar Bento saat ditemui di Makassar, baru-baru ini.
Selain sektor pariwisata yang sudah menjadi ikon, Bento menekankan pentingnya akselerasi pada sektor jasa vital, khususnya pendidikan tinggi dan layanan kesehatan. Ia menilai, ketercukupan fasilitas pada kedua bidang ini akan menjadi daya tarik utama bagi kawasan sekitarnya.
Secara konkret, Bento mendorong percepatan pengembangan Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja agar mampu bertransformasi menjadi perguruan tinggi swasta (PTS) berskala unggulan nasional, termasuk menghadirkan Fakultas Kedokteran.
Sementara di sektor kesehatan, ia mengusulkan peningkatan mutu dan kelas rumah sakit daerah, baik yang berada di Makale maupun di Rantepao, agar mampu memberikan layanan medis berskala internasional.
Menghadapi tantangan efisiensi serta keterbatasan alokasi anggaran dari pemerintah pusat, Bento mengingatkan bahwa ketergantungan pada dana transfer daerah harus disiasati dengan kreativitas fiskal dan kolaborasi antarsektoral.
Dua kepala daerah di Toraja diimbau untuk terus bergandengan tangan, menggalang potensi pendapatan asli daerah (PAD), serta merawat tradisi gotong royong di tengah masyarakat.
“Dua kepala daerah kita harus kita dukung bersama. Di tengah situasi ekonomi yang dinamis, inovasi dan kolaborasi adalah kunci untuk menggali potensi daerah demi kesejahteraan warga dan kemajuan Toraja ke depan,” tutur Bento optimistis.
( adv / Fred )













