MEDIANTANEWS,
RANTEPAO — Isak tangis dan luapan duka pecah saat jenazah Aris Sanda tiba di rumah adat Tongkonan, Sabtu (19/9/2026). Keluarga bersama warga tak mampu membendung air mata begitu peti jenazah korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua tersebut diturunkan dan disemayamkan.
Aris Sanda diterbangkan dari Papua via Makassar sebelum akhirnya sampai di kampung halamannya, Tongkonan Kalintiong, Lembang Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila’, Kabupaten Toraja Utara.
Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Papua, Zet Saalino, S.H., M.H., hadir langsung menyambut kedatangan jenazah almarhum bersama Kepala Dinas Kominfo SP Toraja Utara, Ronyanto Popang Tangkeallo, S.Kom., M.Tr.A.P.
Zet Saalino hadir mewakili segenap pengurus dan keluarga besar IKT Papua. Sementara itu, Ronyanto Popang hadir mewakili Bupati beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Toraja Utara guna memberikan penguatan moral dan penghiburan bagi keluarga, khususnya kedua orang tua almarhum.
Dalam kesempatan yang diberikan oleh pihak keluarga untuk menyampaikan ungkapan belasungkawa, Zet Saalino menegaskan bahwa duka yang dirasakan keluarga korban merupakan duka mendalam dan keprihatinan bersama.
“Apa yang dialami keluarga adalah duka bersama. Bukan hanya bagi warga Toraja, melainkan juga masyarakat luas dan negara,” ujar Zet di sela-sela prosesi penyambutan jenazah.
Ia menambahkan, hubungan masyarakat Toraja dan warga lokal Papua selama ini terjalin sangat erat. Rasa kehilangan dan belasungkawa mendalam pun turut disampaikan oleh masyarakat Papua di tempat almarhum selama ini bekerja.
Peristiwa ini makin menambah deretan duka panjang bagi warga Toraja. Belum lama ini, seorang aparatur sipil negara (ASN) asal Toraja yang juga menjadi korban kekerasan bersenjata di Papua baru saja dimakamkan beberapa hari lalu.
“Kita semua berduka. Mari kita saling mendukung dalam doa—mendoakan kami yang berada di Papua, serta mendoakan keluarga almarhum agar diberikan kesabaran dan ketabahan. Seluruh warga Toraja se-Papua menyatakan turut prihatin dan berduka cita mendalam,” kata Zet.
Lebih lanjut, Zet meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku kekerasan bersenjata tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat agar bijak dalam bermedia sosial dengan tidak menyebarkan informasi atau tanggapan yang tidak pantas serta tidak sesuai fakta.

Senada dengan hal tersebut, Kadis Kominfo SP Toraja Utara Ronyanto Popang Tangkeallo menyampaikan rasa duka cita mendalam atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Toraja Utara.
“Meskipun saya juga merupakan bagian dari keluarga, saya diminta oleh Bapak Bupati untuk menyampaikan rasa duka mendalam dari Pemkab dan seluruh masyarakat Toraja Utara. Bapak Bupati sendiri telah ikut serta menyambut dan menjemput kedatangan jenazah di bandara kemarin,” tutur Ronyanto seraya menyampaikan permohonan maaf Bupati yang belum sempat hadir langsung di rumah duka karena sedang menjalankan tugas dinas di luar daerah.
(*/fred)













