MEDIANTANEWS —
RANTEPAO , – Di balik gemuruh tepuk tangan yang memenuhi aula The 7th Penabur International Choir Festival 2026 di Jakarta, Sabtu (12/9/2026), tersimpan kumpulan jam latihan yang dipenuhi ketekunan, peluh, dan harapan.
Kelompok paduan suara Barana’ Choir dari SMA Kristen Barana’, Toraja Utara, berhasil menyabet medali emas (Gold Medal) untuk kategori Senior High School dalam ajang bergengsi berskala internasional tersebut.
Perjalanan melintasi ribuan kilometer dari bukit-bukit Toraja menuju panggung ibu kota bukan sekadar perjalanan fisik. Bagi 37 siswa yang tergabung dalam tim paduan suara ini, ajang yang berlangsung pada 7–12 September 2026 tersebut menjadi pembuktian bahwa mimpi besar dapat dirajut dari mana saja, asalkan diikat oleh disiplin, kerja keras, dan kebersamaan.
Kepala SMA Kristen Barana’, Marten Kala’ Lembang, S.Th., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan haru yang mendalam atas capaian anak-anak didiknya. Bagi Marten, raihan emas ini membawakan pesan yang lebih dalam dari sekadar piala atau pengakuan.
“Kami sangat bangga atas pencapaian Barana’ Choir. Ini bukan hanya tentang sebuah medali, tetapi tentang proses, kerja keras, kedisiplinan, kebersamaan, dan keberanian para murid untuk mengejar prestasi ke tingkat internasional. Hal ini tidak akan mungkin tercapai tanpa doa dan dukungan orang tua murid,” ujar Marten.
Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang mendukung—mulai dari para siswa, tim pelatih, pianis, pendamping, hingga orang tua dan alumni yang terus mengalirkan doa serta sokongan moril maupun materiil dari kampung halaman.
Keindahan harmoni Barana’ Choir tercipta dari paduan empat warna suara: Sopran, Alto, Tenor, dan Bass. Di bawah bimbingan pelatih Regar, S.Sn., M.Pd., dan Yusri Kutana, S.Th., M.Ag., serta pembinaan dari pelatih tamu Petrick Luandy Salhuteru, para siswa digembleng secara intensif agar tiap nada terlantun presisi dan penuh penjiwaan. Alunan jemari pianis Julian Saputra, S.Sn., M.Sn., turut memperkuat atmosfer pertunjukan yang memukau para juri internasional.
Sebanyak 37 siswa yang berjuang mengukir sejarah tersebut terbagi dalam susunan tim skuad Barana’ Choir adalah
Sopran: Marciata Caroline S., Meylindah Anggalo Maspanator, Gracia Juita, Jenli Agasri, Lauresta Jane Ajeng Kabolo, Astrid Triani, Magistrani Panditai, Stevi Regina Putri, Queensha Virginia Timang, Audry Litha Batau’, Flamela Claudia, Chanaya Michelin Risa, dan Mauryn Velicia Manasye.
Alto: Ivana Paembonan, Shelia Ayusta, Keren Trivena Arung, Kasih Stevanie Manda, Eirin Ephifania Palebangi, Lovina Austin, Angelic Masemdo, Cyantal Tasya, Nielfa Daniel, Cayla Thalitha, dan Vania Glorianna Dengen.
Tenor: Dirga, Rifaldo, Kenzo Hendrico P., Gavrila Bhilykaren Lomba, Jonatan Nomba, Reyfano Christo Tangkawata, dan Adelard Kharko.
Bass: Rony Cristian Rayo, Anugrah Sanda Maelo Pasolon, Bragy Octobry Akrista, Emil Kurniawan Lululangi, Reval Nugraha Kala’lembang, Kairos Desire Delabruri, Firstly Anugrah Swelsqy, Mario Alfarel Sitande, Fakhri Triputra, dan Brendan Junot.
Capaian di Jakarta ini melengkapi deretan jejak inspiratif SMA Kristen Barana’ dalam mengasah bakat non-akademik siswanya. Keberhasilan melangkah dari daerah menuju panggung dunia membuktikan bahwa pembinaan bakat yang konsisten mampu melahirkan talenta-talenta berdaya saing global.
Ajang Penabur International Choir Festival sendiri dikenal ketat dan menjadi salah satu tolok ukur kualitas paduan suara tingkat sekolah di Asia. Kehadiran Barana’ Choir tidak hanya membawa nama harum sekolah, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Toraja Utara dan Sulawesi Selatan.
Kini, medali emas itu dibawa pulang ke pegunungan Toraja. Namun, pesan yang ditinggalkan para siswa di panggung kompetisi tetap bersinar: bahwa ketekunan, kerendahan hati, dan doa akan selalu menemukan jalan menuju puncak prestasi.
( Adv / fred )











