MEDIANTANEWS
RANTEPAO — Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan antara Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja (BPS-GT) dan Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua di Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Di tengah keprihatinan atas dinamika keamanan dan insiden kemanusiaan di Tanah Papua belakangan ini, kedua pihak menegaskan komitmen bersama untuk mempererat silaturahmi, menjaga ketenangan, serta merawat persaudaraan warga diaspora Toraja.
Ketua Umum BPS Gereja Toraja, Pdt Dr Alfred Anggui, menerima kunjungan silaturahmi Ketua IKT Provinsi Papua, Zet Saalino, di ruang kerjanya, Tongkonan Sangulele Rantepao Rabu (26/9/2026).
Pertemuan tersebut tidak hanya membahas persiapan kepengurusan organisasi, tetapi juga diwarnai rasa empati mendalam terhadap situasi kemanusiaan yang menimpa masyarakat di Papua, termasuk warga keturunan Toraja.
Dalam kesempatan tersebut, Pdt Alfred Anggui menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam sejumlah peristiwa kekerasan di Papua. Ia mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga diaspora Toraja, untuk menyikapi setiap musibah dengan bijak, menahan diri, serta tidak mudah terprovokasi.
“Keprihatinan dan duka mendalam kami sampaikan bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban. Doa kami, semoga situasi di Papua segera kembali kondusif. Kami terus membangun komunikasi lintas sinode di Papua serta pihak keamanan. Bagi warga dan diaspora Toraja, mari kita tetap tenang, menjaga diri dengan baik, dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum serta keamanan kepada pemerintah dan aparat yang berwenang,” ujar Pdt Alfred.
Selain membahas kondisi keamanan, kunjungan Ketua IKT Papua Zet Saalino juga dimaksudkan untuk mengundang pimpinan BPS Gereja Toraja hadir dalam pelantikan pengurus IKT Provinsi Papua periode 2026–2031. Acara pelantikan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 26 September 2026 di Gedung Tongkonan, Jayapura, Papua.
Menanggapi undangan tersebut, Pdt Alfred menyatakan rencana bisa untuk bisa hadir apabila tidak ada kendala agenda yang berbenturan. Kehadiran pimpinan serta tokoh gereja diharapkan dapat memberikan penguatan spiritual dan semangat kebersamaan bagi warga diaspora Toraja di Tanah Papua.
Sementara itu, Zet Saalino menyampaikan apresiasi atas penyambutan hangat dari BPS Gereja Toraja. Menurutnya, masukan dan arahan dari Ketum BPS ini sangat berarti bagi keberlangsungan organisasi IKT Papua ke depan, khususnya dalam membina warga agar tetap menjadi bagian dari masyarakat yang menyejukkan dan kontributif.
“Kami berbincang santai namun penuh makna. Selain menyampaikan harapan dan gagasan untuk penguatan IKT Papua ke depan, kami juga mendiskusikan kondisi terkini saudara-saudara kita di sana. Terima kasih atas penyambutan yang sangat hangat ini,” tutur Zet.
Melalui pertemuan ini, BPS Gereja Toraja dan IKT Papua berharap seluruh warga diaspora Toraja di mana pun berada dapat saling mendoakan, menjaga kerukunan, serta mengedepankan nilai-nilai kedamaian dan kearifan lokal dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan bermasyarakat.
( adv / fred )













