MEDIANTANEWS.COM,
MAKALE — Tudingan pungutan liar (pungli) dan sorotan media terkait kebijakan internal di lingkup Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tana Toraja direspon tegas oleh sang kepala kantor, H. Usman Senong.
Usman secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk diaudit, baik oleh internal Kemenag maupun Aparat Penegak Hukum (APH).
Sikap percaya diri sekaligus bernada menantang ini mengemuka saat Usman ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (22/7/2026).
Ia membantah keras seluruh tudingan pungli dan menegaskan bahwa operasional administrasi di lembaganya berjalan transparan serta bebas biaya.
Menariknya, sikap berani Usman yang justru ‘menantang’ untuk diperiksa memicu spekulasi publik: apakah ini bentuk keyakinan mutlak atas kebersihan tata kelola yang dibangbuildnya, atau bentuk kejenuhan setelah lebih dari empat tahun memimpin Kemenag Tana Toraja tanpa sentuhan evaluasi mendalam.
“Empat tahun lebih memimpin Kemenag, kita malah tidak pernah diperiksa atau diaudit. Seandainya itu perlu dilakukan, kami sangat siap agar bisa menjadi bahan evaluasi,” tegas Usman.
Ia menambahkan, pihak Kemenag terbuka terhadap komunikasi dan konfirmasi agar tidak ada oknum yang merusak citra instansi.
Usman merespons isu keluhan ASN terkait sulitnya kenaikan pangkat berkala. Ia menyebut hal itu sebagai pemahaman yang keliru, mengingat seluruh proses administrasi kepegawaian kini berbasis aplikasi dan memiliki kriteria yang jelas.
Selain syarat formal, aspek kedisiplinan dan keagamaan turut menjadi parameter evaluasi internal. Kompetensi Keagamaan: Bagi ASN beragama Islam, diwajibkan mampu membaca Al-Qur’an.
Kedisiplinan Kehadiran dan partisipasi aktif dalam kegiatan Kemenag menjadi poin penilaian penting.
Mengenai sorotan efisiensi penggunaan anggaran untuk perbaikan ruangan serta fasilitas dapur Dharma Wanita, Usman memastikan seluruh pengadaan telah melalui perencanaan matang berdasar skala prioritas.
Terkait tudingan sikap pilih kasih dalam pembagian ruang kerja staf dan penyuluh yang dinilai kurang layak, Usman menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi karena keterbatasan kapasitas gedung saat ini.
Sebagai solusinya, pihak Kemenag Tana Toraja tengah menyiapkan bekas ruangan Seksi Haji yang lebih memadai untuk direnovasi dan ditempati.
Ia menekankan pentingnya menjaga marwah lembaga tempat seluruh ASN mengabdi dan menggantungkan mata pencaharian.
“Jadi sekali lagi, tidak ada yang dipersulit. Semangat kebersamaan selalu kita utamakan. Saya berharap jangan ‘meludahi piring sendiri’—artinya mari kita jaga citra Kemenag ini bersama-sama,” pungkas Usman.
( Tim / redaksi )













