MEDIANTANEWS
JAKARTA — Kementerian Kesehatan menyatakan komitmennya untuk mendukung rencana pendirian Program Studi/Fakultas Kedokteran di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja, Sulawesi Selatan.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Kesehatan segera menjadwalkan visitasi teknis untuk menguji kesiapan sarana, prasarana, serta rumah sakit pendidikan.
Dukungan tersebut mengemuka dalam audiensi pimpinan IAKN Toraja dan Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) dengan Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Rombongan IAKN Toraja dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Dr. Agustinus, M.Th., didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Dr. Yonatan Sumarto, M.Th.
Pertemuan ini difasilitasi oleh Sekretaris Jenderal DPP PIKI Benyamin Patondok, bersama jajaran Dewan Pakar DPP PIKI Bidang Kesehatan, Prof. Dr. Yeheskiel Minggus Tiranda dan Dr. dr. Heber Bombang Sapan. Ketiganya adalah pengurus pusat DPP PIKI asal Toraja.
Dalam skema pengembangannya, Rumah Sakit (RS) Elim diproyeksikan menjadi Rumah Sakit Pendidikan Utama, sedangkan RS Pongtiku dan RS Lakipadada disiapkan sebagai rumah sakit jejaring.
Selain itu, Kementerian Kesehatan mengarahkan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar bertindak sebagai universitas pengampu untuk mendampingi IAKN Toraja memenuhi syarat minimum Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) dan Kementerian Pendidikan.
Benyamin Patondok mengemukakan, Wamenkes telah menginstruksikan jajarannya untuk segera mengidentifikasi seluruh kebutuhan dan kekurangan yang ada agar dapat segera ditindaklanjuti oleh panitia persiapan pendirian.
“Pemerintah mendorong percepatan persiapan pendirian program studi kedokteran tersebut. Negara saat ini sangat membutuhkan tenaga dokter. Pendidikan kedokteran tidak boleh terpusat di Pulau Jawa saja, tetapi harus dikembangkan secara merata ke seluruh pelosok Indonesia,” ujar Benyamin seusai audiensi ini kepada media ini.
Bento sapaan akrabnya menambahkan, Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus dijadwalkan meninjau langsung kampus IAKN Toraja serta RS Elim pada November 2026 mendatang. Peninjauan lapangan ini bertujuan untuk memastikan kelayakan fasilitas pendidikan, kesiapan infrastruktur klinis, hingga kecukupan sumber daya manusia.
Keberadaan Fakultas Kedokteran IAKN Toraja dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi kesehatan di kawasan timur Indonesia. Fakultas ini diharapkan tidak hanya melayani calon mahasiswa dari Sulawesi Selatan, tetapi juga Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah.
Menurut Bento, pembangunan di wilayah Toraja perlu diimbangi dengan penguatan sektor pendidikan dan kesehatan secara berkelanjutan, tidak sekadar mengandalkan potensi pariwisata semata.
Kendati akselerasi terus dilakukan, proses perizinan dan pendirian fakultas tetap wajib mematuhi standar ketat dari regulasi akademik, pemenuhan kualifikasi dosen, hingga legalitas perizinan dari pemerintah pusat.
“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga gereja, dan elemen masyarakat menjadi kunci utama agar cita-cita pemerataan tenaga medis ini dapat segera terealisasi,” tuturnya.
(*/ Fred)













