iklan-hut-medianta

iklan-hut-medianta
iklan-hut-medianta

Menerawang Terobosan IKT Papua Ditanaan Ketua Baru Zet Saalino

Bagikan:

MEDIANTANEWS

JAYAPURA — Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Papua tak sekadar menjadi wadah silaturahmi untuk mempererat persaudaraan Sang Torayaan di tanah perantauan. Pada periode kepengurusan 2026–2031, organisasi ini berkomitmen mendorong program-program humanis yang lebih memberdayakan warga.



Di bawah kepemimpinan ketua baru, Zet Saalino, IKT Papua siap membangun sinergi inklusif dengan seluruh pemangku kepentingan. Tak hanya di Papua, kolaborasi juga akan dibangun bersama pemerintah daerah di Tana Toraja maupun Toraja Utara.

Solidaritas tanpa sekat menjadi energi baru IKT Papua dalam menguatkan organisasi, khususnya pada fokus pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan pembinaan prestasi.

Zet Saalino, perwira menengah polri berpangkat AKBP yang kini menjabat sebagai Kapolres Yahukimo, memiliki obsesi besar bagi masa depan organisasi. Mantan Kapolsek Rantepao dan Wakapolres Tana Toraja ini berbekal pengalaman panjang, tak hanya di dunia kepolisian, tetapi juga di bidang olahraga.

Sebagai mantan pelatih bola voli yang pernah berkiprah hingga tingkat internasional sukses membawah tim Voli Indonesia , pengurus PB PBVSI, serta Ketua Pelaksana Cabor Voli pada PON lalu, Zet ingin membagikan pengalamannya untuk membina bakat-bakat muda, baik di Papua maupun di Toraja.

“Selain program internal untuk warga Sang Torayaan di Papua, kami ingin mendorong pembinaan prestasi di bidang olahraga dan seni, serta pengembangan SDM. Kami berterima kasih atas pencapaian pengurus sebelumnya. Ke depan, kami terus menggalang kebersamaan demi kepentingan bersama,” ujar Zet, Senin (27/7/2026).

Sejalan dengan visi pengembangan SDM tersebut, keberadaan Gedung Tongkonan IKT juga akan dioptimalkan fungsinya. Tempat yang menjadi simbol kebersamaan warga Toraja di perantauan ini tidak lagi sebatas difungsikan sebagai kantor sekretariat atau gedung pertemuan biasa.

Ke depan, fasilitas Gedung Tongkonan akan dimanfaatkan secara lebih produktif sebagai ruang pembinaan, pusat pelatihan, hingga sarana kegiatan pembelajaran atau sekolah. Langkah ini diharapkan membuat Gedung Tongkonan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang multifungsi dan berdampak nyata.

Selain kegiatan kerohanian dan sosial, IKT Papua berencana menggelar berbagai kejuaraan olahraga dan seni. Langkah ini diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga menjadi jembatan silaturahmi yang mempererat hubungan diaspora Toraja dengan warga lokal maupun komunitas diaspora lainnya di Papua.

“Saat ini kami masih dalam tahap konsolidasi kepengurusan. Dalam rapat kerja nanti, kami akan menawarkan konsep program yang realistis dan berdampak langsung. Sinergi dan kebersamaan adalah hal mutlak,” tutur Zet.

Ia menambahkan, IKT Papua akan terus menjalin komunikasi erat dengan pemerintah daerah di Papua, Pemkab Tana Toraja, Pemkab Toraja Utara, serta para tokoh masyarakat Toraja.

( Rs / fred )


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses